
Almost all of the decisions have made are the result from our perspective of seeing the case, and commonly the perspective had influenced by the position where we were standing at that time...
For example nih ya, bagi mereka yang sedang atau pernah mengalami menjadi wanita kedua, pasti kalau ngeliat sesamanya bakal menaruh simpati. Beda ketika kamu sudah menjadi istri, it will be a simply annoying thing to discuss about polygamy, rite??..
Sebenarnya sih, gw suka sama orang-orang yang bisa memiliki banyak perspektif hidup, tapi... memiliki suatu prinsip ternyata lebih penting lagi... Karena kadang kita sering goyang dengan opini, cacian maupun rayuan dari orang lain, but if we have a faith of somthin pasti bakal beda movement nya, jauh lebih mantab biasanya..
Karena itu yang terpenting adalah memiliki prinsip. Karena posisi bagaimanapun tidak ada yang bisa selalu menjamin. Maka, bersyukurlah bila sudah bisa menemukan posisi yang baik dan benar :D. Maksudnya posisi dimana kita tidak menyakiti dan disakiti oleh apapun dan siapapun. Karena ya itu, perspektif kita bakal kacau. Kebenayakan cenderung menyalahkan orang lain dan menghalalkan segala cara buat membenarkan diri sendiri...
Tapi memang sih, kita gak akan selamanya di zona yang nyaman tersebut, adakalanya kita di posisi yang salah. kalau menurut gw sih asal jangan putus asa aja, Insya Allah itu cukup..
Hehehe, sebenarnya sih gw cuma ingin ngomong satu hal di posting ini, yang dari kemarin rada malu mengungkapkannya :D.
Cuma mau bilang, saya bahagia di posisi ini...^^


