Jadi inget setelah baca blog Kondoku, dia menceritakan bahwa dia suka dengan novel Danielle Steel yang mana karyanya sering dibilang romansa abis, padahal menurut dia bukan. Saya, suka Danielle Steel, saya menyukainya karna influenced dari temen baik pas SMP, yang mana salah satu novel yang dia kenalkan adalah Danielle Steele. Kebetulan ada beberapa dari karyanya tersedia di perpustakaan kami, jadi tinggal pinjem.
Saya banyak terinspirasi dari novel-novel beliau, cukup banyak yang sudah saya baca, ada Now And Forever, The Promise, The Ring, To Love Again, Loving, Once In A Lifetime, A Perfect Stranger, Zoya, Star, Daddy, Heartbeat, No Greater Love, Jewels, Vanished, Accident, The Klone And I, and many more... (buset dah, banyak juga ya).
Nah, ini saya kutip dari blognya Kondoku,
...Karya Danielle Steele memang banyak memuat masalah perempuan, mulai dari persamaan hak dengan lawan jenisnya baik hak publik mapun hak privat...,
...Danielle juga jago mengangkat isu-isu penting dari lingkungan yang lebih domestik. Topik favoritnya memang tentang posisi perempuan. Dalam hal ini, Danielle jeli dan kritis mengangkat isu-isu yang justru masih jarang dibahas. Misalnya, "The Long Road Home" dan "Malice" mengangkat isu child abuse di kalangan masyarakat ekonomi atas dan berpendidikan tinggi yang biasanya tersembunyi dengan rapi. "Journey" dengan sangat cerdas mengangkat kasus kekerasan non fisik dari suami terhadap istrinya, sesuatu yang masih sangat sangat jarang dibahas dan seringkali terlupakan karena memang nggak ada bekas yang kasat mata. Di novel "Lightning"- menurut saya ini salah satu novel Danielle yang paling kritis- Danielle mengangkat beban mental dan sosial yang harus ditanggung perempuan penderita kanker payudara, dengan fokus kelas menengah ke atas dan terpelajar.
Berangkat dari situ saya mulai merambah ke penulis lainnya, seperti Sidney Sheldon - the best laid plan (klo yg ini pernah dirobek2 sama guru PPKN gw, gara2 baca di kelas :D), Margaret Mitchell-Gone with the Wind (hadiah ultah), Alexandra Ripley-Scarlett I(ini lanjutan Gone With The Wind, dikasih temen), Mira W, Asma Nadia, hingga sekarang saya jatuh hati dengan karya-karya nya Dee Lestari. Nah, kebayang kan novel macam apa yang mewarnai kehidupan saya :D.
Honestly, saya suka novel yang mengulas tentang sisi kehidupan perempuan, bahkan sampai terinsiprasi, kayak Scarlett O'hara misalnya, hehe :D. Pernah mencoba dengan karya apik lainnya, misal Pramodya Ananta Toer - Bumi Manusia (ini gak abis saya baca), Paul Coelho - The Alchemist (ini juga belum saya baca, padahal udah beli), Eat Pray Love (ini juga sama nasibnya dg The Alchemist, beli dan belum baca). Haha, temen saya yang sangat mengagumi Pramodya Ananta Toer sampe sebel, katanya pasti sayanya yang gak cerdas, jadi gak suka :D.
Sekarang, saya jadi kangen masa-masa suka baca novel. Meskipun sekarang banyak penulis-penulis tenar negluarin buku, saya urung ogah buat beli dan baca, apalagi yang Best Seller, toh palingan ntar ada filmnya atau malah Sinetronnya, malah bikin malas baca!