Kamis, Februari 12, 2009

kenapa berubah?



Bagaimana caranya berubah???

Entah pernah denger dari siapa, katanya personality manusia terbentuk dari kecil sampai sekitar umur 25 tahunan. Ibaratnya, semua kadar sifat dan sikap kita terbentuk dan terlatih pada masa-masa tersebut, dan sesudahnya itulah diri kita seutuhnya. Dan kemungkinan sudah susah sekali untuk diubah.


Jadi kalau misalnya dari kecil sampai gede kebiasaan perhitungan, ya jadinya pasti pelit selamanya.
Kalau setiap ada masalah suka marah-marah, pasti wataknya bakal emosional always. Atau kalau dari dulunya hoby sirik dengan kesuksesan orang lain, jadinya ya iri dengki selalu.
Bahkan parahnya, sifat buruk tersebut lama kelamaan dan jadi tombol otomatis, jadi tinggal menunggu pemicu, semua sifat buruk tersebut bisa muncul tanpa dikomando.


Tapi...
Gw gak setuju sepenuhnya.
Menurut gw, semua orang pasti bisa berubah.

Insya Allah.


Tapi ya itu, butuh proses yang bener2 menyentuh hati.
Mengungkap kesadaran, dan tentu aja butuh kebiasaan yang sustainable n terus mendidik.
Satu yang pasti, butuh lingkungan yang mendukung...

Mendukung untuk perubahan tersebut.

Makanya, kemarin gw rada sureprise pas ketemu dengan..., ya... dulunya tetangga.

Beliau berumur 50 tahunan sekarang, dulu kami sering memanggilnya dengan sebutan om biru. Usut punya usut, ternyata dia suka ke tempat yang disebut "banyu biru", tempat plesir yang bersikan PSK, hobi judi dan minum-minuman gak jelas. Keluarganya juga broken, simpanan dimana-mana, tukang ngutang n madesu habis-habisan...


Tapi, itu dulu...

Sekarang??
^_^, well ... gw salut. Entah proses yang bagaimana hingga menjadikan dia di titik sekarang. Kalau sekadar "let it flow", kayaknya ga mungkin juga.

Dia punya toko bangunan yang lumayan maju di kota tempat tinggalnya, anaknya baru aja resmi jadi dokter, rumah yang cozy n wajah yang teteup awet muda :D (yg ini gw juga heran, kok bisa).

Tapi satu yang paling bikin gw salut, dia punya sekolah keterampilan, kecil-kecilan memang, tapi lumayan memuat para anak-anak yang ga mampu bersekolah dan dibekali dengan keterampilan bengkel, membuat bangunan, kerajinan ukir dll...


Hebat kan...


Kekaguman ini sempat gw ungkapkan ke tetangga gw juga. Tapi jawabannya malah ga enakin "halah miit, dia emang banyak duit sekarang, tapi ya itu, tetep aja hobi maen perempuan..."
Gw diem... jadi males bicara lanjut.
Mmmm, coz konon ini orang dari kecil emang terkenal siti sirik :D
, sedangkan gw emang dari kecil gak suka jika hal yang gw kagumi dihina bina, hahaha :D

Jumat, Februari 06, 2009

faithful


Status menikah, ada beberapa hal memang yang musti dikendalikan.
Terutama ini nih,

"No Signal" :D

Kurangi frekwensi yang tidak perlu yang menimbulkan radar-radar yang sumbang.
Seperti senyum yang terlampau manis, suara yang agak memanja, lirikan yang penuh arti, serta gerakan yang mengundang (lho, kok kayak penari goyang dombret yak? :D).

Setiap pasangan pasti menuntut kesetiaan.
Mana ada kita mau punya pasangan n rela dia main hati kemana-mana.
Mau kita cinta mati maupun setengah tiang.

Beberapa temen juga sempat wanti-wanti.
"Mit, ga usah ngomongin masalah mantan ke calon laki. Itu case yang sensitif sangat".
Tapi beda lagi dengan si tante, kemarin malah sempat telak banget ngeliat dia n si om olok-olokan soal mantannya. Malah jadi lucu-lucuan, gw sendiri dengernya ikut ketawa :D.

Tapi di lain pihak, gw pribadi setuju dengan pendapat temen gw.
Eks boy/girl tuh males banget kalo mau dibahas. Emang bisa bikin kuping panas.
Palagi, tipe gw lumayan jelesan :D.
Bermodalkan kepercayaan, emang harus.
Tapi bagi gw membangun sebuah kepercayaan pun butuh waktu dan proses panjang.

Anggap lah gw awam, tapi kalo ditanya apa arti pernikahan, bagi gw jawabannya cuma satu
"S E T I A"

hey hey


ShoutMix chat widget
 

mitora in her new life... Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez